Pertanyaan yang acapkali muncul dalam forum, dimana banyak pengguna Mac akan berbangga dengan fakta bahwa mereka hampir tidak pernah melakukan shutdown. Sleep mode (tidur) memang lebih praktis: tinggal tutup layar, dan saat nanti dibuka lagi, MacBook Pro dapat bangun (wake) hanya dalam beberapa detik. Dapat diperdebatkan juga bahwa Sleep lebih stabil: karena masih ada listrik yang mengalir, maka komponen komputer akan lebih awet. Namun pastinya komponen, terutama hard disk, akan lebih rentan terhadap guncangan. Lalu kapan sebaiknya kita melakukan Shutdown? Berikut pengalaman saya:
- LAKUKAN SHUTDOWN APABILA
1. MacBook Pro tidak akan digunakan dalam hitungan hari.
2. Akan mengalami guncangan keras saat dibawa dalam perjalanan.
3. Sedang melakukan kalibrasi baterai MacBook Pro. (otomatis)
Diluar situasi diatas, saya sarankan metode Sleep. Soal konsumsi daya dan error saat wake, faktanya saya pernah meninggalkan MacBook Pro dalam kondisi sleep selama tiga hari dan masih dapat wake tanpa masalah. Memang hardware USB dan koneksi network dapat menyebabkan error saat wake, namun tidak harus terjadi.
Metode saya menggunakan Sleep Mode:
1. Matikan airport
2. Cabut semua kabel (kecuali charger)
3. Click logo Apple dan pilih Sleep
4. Tunggu sinar putih di depan berdenyut
5. Baru tutup layar
BONUS TIP: Apabila performa sudah terseok-seok karena penumpukan cache/RAM, cukup Log Off dan Log On lagi. Atau coba matikan beberapa opsi Sharing di System Preferences sejenak. Restart hanya diperlukan disaat penting seperti Software Update atau kernel panic!

Sekarang ini sih masih cuman, kalo mo dibawa shutdown,
Kalo stationer ya sleep ato langsung tutup bluk…
Wah, infonya berguna banget… makasih..^^